Perusahaan properti PT Nirwana Kharisma berencana melepas saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 30,7 persen sahamnya ke publik per saham mencapai sekira Rp140."Harga perdana saham Nirwana ditawarkan sekitar Rp110 sampai Rp140 per saham. Diharapkan perseroan mendapat pernyataan efektif dari Bapepam pada 8 April 2008, dan listing di Bursa Efek Indonesia pada 22 April," kata Direktur Utama (Dirut) Nirwana, Hartoyo Sugiharto, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, dengan kisaran harga tersebut, maka perseroan berharap dapat menghimpun dana sekira Rp36 miliar sampai Rp46 miliar.Hartoyo mengatakan, dana sebesar itu akan digunakan perseroan sebanyak 75 persen untuk pengembangan proyek Puri Nirwana Residence, Puri Residence III di Bogor dan Puri Kosambi di Karawang, serta selebihnya (25 persen) akan digunakan perseroan untuk penambahan modal.
Nirwana Kharisma yang didirikan pada 1987 segera melaksanakan proyek Puri Nirwana Residence, yang berlokasi di Cikarang Bekasi, Jawa Barat, dengan lahan seluas 120 hektare dan diperuntukkan bagi perumahan sederhana."Sekarang ini lahannya sudah kita kuasai sebanyak 80 hektar. Perseroan telah menunjuk PT Investindo Sekuritas dan PT Erdhika Elite sebagai penjamin emisi saham," katanya menambahkan.
Rabu, 27 Februari 2008
Pengembang The Lavande Jalin Kerja Sama
Apartemen The Lavande yang dikembangkan oleh PT Intersatria Budi Karya Pratama member Agung Podomoro Group & Synthesis Asset Management, selalu berupaya menghadirkan fasilitas terbaik bagi konsumennya. Sejalan dengan pembangunan yang sedang berlangsung, pengembang mengadakan kerja sama dengan PT Granitoguna Building Ceramics, dalam penyediaan produk homogenous porcelain tile (yang biasa dikenal dengan Granito Tile) untuk Apartemen The Lavande. PT Granitoguna adalah produsen Granito di Indonesia, di bawah lisensi dari Australian Building Ceramics Pty Ltd.
“Melalui kerja sama dengan Granito, kami ingin memberikan kepuasan kepada konsumen khususnya untuk lantai yang berkelas, agar memberikan kenyamanan bagi penghuni Apartemen The Lavande. Produk Granito sudah dikenal secara luas dan banyak dipakai di apartemen maupun properti lainnya,” kata Budi Yanto Lusli, CEO PT Intersatria Budi Karya Pratama.
Hantarman Budiono, National Sales Manager PT Granitoguna Building Ceramics, menambahkan bahwa “Kami bangga dapat bekerja sama dengan pengembang The Lavande dalam menyediakan produk tile berkualitas. Karena kenyamanan lantai merupakan unsur penting bagi sebuah hunian, Granito menghadirkan produk yang berbeda dari keramik lantai lainnya karena Granito merupakan homogenous tile dengan porcelain quality.”
Ia menjelaskan, di pasaran produk tile dikenal dengan istilah granito tile/homogeneous dan keramik glazur. Granito adalah trade mark dan termasuk jenis homogeneous tile dengan kualias porselen. Keramik adalah tile dengan dua lapisan dimana lapisan atas disebut glasur. Lapisan ini yang menimbulkan motif pada tile jenis keramik. Sedangkan homogenous tile mempunyai komposisi yang sama dari permukaan sampai lapisan bawah. Granito tile merupakan homogeneous tile dengan kualias porselen, mempunyai mutu yang lebih baik dari keramik karena proses produksinya memerlukan pemanasan sampai 1230 C. Hal ini dibuktikan dari hasil test MoR (Modulus of Rupture), dimana Granito mempunyai nilai di atas 45 N/mm2 atau di atas 450 kg/cm2. Sedangkan keramik mempunyai nilai di bawah 300 kg/cm2.
Granito akan menyediakan tile sesuai dengan kebutuhan dari The Lavande, yaitu body tile utamanya menggunakan Crystal Pearl White ukuran 40 x 40 cm dan 60 x 60 cm beserta aksesorisnya. Beberapa keunggulan Granito adalah Quality (produk Granito dihasilkan dengan standar kualitas homogenous tile yang sama di dalam dan luar negeri), Product Availability (Granito menjamin ketersediaan produknya karena diproduksi di dalam negeri), Variety Colours (Granito menyediakan berbagai nuansa warna yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Accessories (selain body tile juga disediakan produk-produk penunjang seperti Cove, Tessellation, Spotter, Modular, dan Mosaic, dari jenis custom dan standar), serta Customer Care And Design (berawal dari proses design, konsultasi produk sampai pengawasan di lapangan akan diberikan secara cuma-cuma demi kepuasan konsumen). Granito akan menyediakan tile di The Lavande Residences dengan total volume 32.000 m2 untuk 727 units, terdiri dari 2 tower, yaitu Pink Tower dan Purple Tower.
Pembangunan Lavande
Saat ini proses pembangunan Apartemen The Lavande tetap berjalan sesuai rencana. Pengembang optimis unit-unit apartemen di Lavande Residence akan diserap seluruhnya oleh pasar. Hal ini didasari oleh masih tingginya permintaan masyarakat untuk membeli apartemen, baik sebagai sarana tempat tinggal maupun untuk investasi.
Apartemen The Lavande terdiri dari 2 Tower yakni Pink Tower (terdiri dari Blok A & B yang merupakan Area Private) dan Purple Tower (Blok C yang merupakan Area Common). Pink Tower terdiri dari 30 lantai dan Purple Tower terdiri dari 23 lantai. Total keseluruhan mencapai 727 unit apartemen. Proses pembangunan telah dimulai pada bulan September 2007 dan akan diserahterimakan secara bertahap mulai bulan Oktober 2009.
Sekilas tentang Granito
PT Granitoguna Building Ceramics merupakan perusahaan dalam negeri yang mendapatkan lisensi dari Australian Building Ceramics Pty Ltd. Granito mulai diproduksi di Indonesia sejak tahun 1998. Pabriknya berlokasi di Bekasi. Beberapa range produk homogenous tile dari Granito adalah Aurora, Salsa, Palazzo dan Castello.
“Melalui kerja sama dengan Granito, kami ingin memberikan kepuasan kepada konsumen khususnya untuk lantai yang berkelas, agar memberikan kenyamanan bagi penghuni Apartemen The Lavande. Produk Granito sudah dikenal secara luas dan banyak dipakai di apartemen maupun properti lainnya,” kata Budi Yanto Lusli, CEO PT Intersatria Budi Karya Pratama.
Hantarman Budiono, National Sales Manager PT Granitoguna Building Ceramics, menambahkan bahwa “Kami bangga dapat bekerja sama dengan pengembang The Lavande dalam menyediakan produk tile berkualitas. Karena kenyamanan lantai merupakan unsur penting bagi sebuah hunian, Granito menghadirkan produk yang berbeda dari keramik lantai lainnya karena Granito merupakan homogenous tile dengan porcelain quality.”
Ia menjelaskan, di pasaran produk tile dikenal dengan istilah granito tile/homogeneous dan keramik glazur. Granito adalah trade mark dan termasuk jenis homogeneous tile dengan kualias porselen. Keramik adalah tile dengan dua lapisan dimana lapisan atas disebut glasur. Lapisan ini yang menimbulkan motif pada tile jenis keramik. Sedangkan homogenous tile mempunyai komposisi yang sama dari permukaan sampai lapisan bawah. Granito tile merupakan homogeneous tile dengan kualias porselen, mempunyai mutu yang lebih baik dari keramik karena proses produksinya memerlukan pemanasan sampai 1230 C. Hal ini dibuktikan dari hasil test MoR (Modulus of Rupture), dimana Granito mempunyai nilai di atas 45 N/mm2 atau di atas 450 kg/cm2. Sedangkan keramik mempunyai nilai di bawah 300 kg/cm2.
Granito akan menyediakan tile sesuai dengan kebutuhan dari The Lavande, yaitu body tile utamanya menggunakan Crystal Pearl White ukuran 40 x 40 cm dan 60 x 60 cm beserta aksesorisnya. Beberapa keunggulan Granito adalah Quality (produk Granito dihasilkan dengan standar kualitas homogenous tile yang sama di dalam dan luar negeri), Product Availability (Granito menjamin ketersediaan produknya karena diproduksi di dalam negeri), Variety Colours (Granito menyediakan berbagai nuansa warna yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, Accessories (selain body tile juga disediakan produk-produk penunjang seperti Cove, Tessellation, Spotter, Modular, dan Mosaic, dari jenis custom dan standar), serta Customer Care And Design (berawal dari proses design, konsultasi produk sampai pengawasan di lapangan akan diberikan secara cuma-cuma demi kepuasan konsumen). Granito akan menyediakan tile di The Lavande Residences dengan total volume 32.000 m2 untuk 727 units, terdiri dari 2 tower, yaitu Pink Tower dan Purple Tower.
Pembangunan Lavande
Saat ini proses pembangunan Apartemen The Lavande tetap berjalan sesuai rencana. Pengembang optimis unit-unit apartemen di Lavande Residence akan diserap seluruhnya oleh pasar. Hal ini didasari oleh masih tingginya permintaan masyarakat untuk membeli apartemen, baik sebagai sarana tempat tinggal maupun untuk investasi.
Apartemen The Lavande terdiri dari 2 Tower yakni Pink Tower (terdiri dari Blok A & B yang merupakan Area Private) dan Purple Tower (Blok C yang merupakan Area Common). Pink Tower terdiri dari 30 lantai dan Purple Tower terdiri dari 23 lantai. Total keseluruhan mencapai 727 unit apartemen. Proses pembangunan telah dimulai pada bulan September 2007 dan akan diserahterimakan secara bertahap mulai bulan Oktober 2009.
Sekilas tentang Granito
PT Granitoguna Building Ceramics merupakan perusahaan dalam negeri yang mendapatkan lisensi dari Australian Building Ceramics Pty Ltd. Granito mulai diproduksi di Indonesia sejak tahun 1998. Pabriknya berlokasi di Bekasi. Beberapa range produk homogenous tile dari Granito adalah Aurora, Salsa, Palazzo dan Castello.
Selasa, 26 Februari 2008
TEMUAN SIDAK DEPERDAG AKAN BERLANJUT SUPAYA ADA EFEK JERA
Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Deperdag drs.Syahrul R.Sampurnajaya menyatakan hasil temuan Tim Pengawas Barang Beredar pada Sidak di beberapa toko ban di kawasan Otista yang diduga tidak memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia) akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam jumpa pers di Kantor Deperdag Jakarta, Selasa, Syahrul mengatakan dari hasil test laboratorium nanti akan diumumkan mana yang tidak sesuai standar atau yang masuk tanpa Surat Pendaftaran Barang (SPB) dan akan dilakukan penindakan,
“Sekali ini mustinya ada efek jeralah, saya minta pihak kepolisian juga bisa melakukan tindakan lebih lanjut dengan tindakan pro yustisia”, kata Syahrul.
Sesuai ketentuan, terhadap ban impor yang akan masuk Indonesia wajib dilengkapi SPPT SNI (Surat Persetujuan Penggunaan Tanda) SNI atau sertifikat hasil uji atau certificate of conformity (sertifikat kesesuaian mutu), diberi tanda SNI secara embos atau stiker dan memperoleh SPB.
Sebagai komponen CBU ban impor wajib dilengkapi TPT oleh Ditjen IATT Deperin dan laporan hasil uji.
Sementara ban lokal yang di produksi di Indonesia wajib dilengkapi SPPT-SNI serta diberi tanda SNI dengan embos atau stiker. Hasil temuan Tim Pengawas Barang Beredar Deperdag yang mengadakan sidak hari ini di kawasan Otista Jarinegara pada toko ban Sinar Jaya Prima ditemukan dua buah ban mobil impor merek Toyo, di toko PD Anugerah delapan buah ban mobil impor merek Falken dan Michelin.
Pada toko Tri Jaya Ban ditemukan tiga buah ban mobil impor merek Michelin, Sime Tyres dan Federal dan toko Usaha Jaya satu buah ban mobil impor dan satu buah ban motor impor merek UD Rubber dan Duro.Sementara pada toko Blory Motor Sport ditemukan lima buah ban motor impor bermerek Exella.
Parameter pengawasan itu meliputi standar mutu, pencantuman label, pelayanan purna jual, cara menjual, klausula baku serta pengiklanan.
Pengawasan itu selain ditujukan untuk memberi perlindungan kepada konsumen terhadap ekses negatif dari pemanfaatan barang dan atau jasa yang beredar di pasar juga meningkatkan persaingan usaha yang sehat serta menciptakan penegakan hukum terkait perlindungan konsumen.
Syahrul mengatakan dari lima lokasi toko ditemukan beberapa merek ban yang diduga tidak mempunyai SNI, dan dari penemuan ini akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Minggu depan akan kita panggil semua toko dan kita akan klarifikasi sampai dengan distributor, importirnya dari situ kita akan lakukan test laboratorium”, kata Syahrul.
Dalam jumpa pers di Kantor Deperdag Jakarta, Selasa, Syahrul mengatakan dari hasil test laboratorium nanti akan diumumkan mana yang tidak sesuai standar atau yang masuk tanpa Surat Pendaftaran Barang (SPB) dan akan dilakukan penindakan,
“Sekali ini mustinya ada efek jeralah, saya minta pihak kepolisian juga bisa melakukan tindakan lebih lanjut dengan tindakan pro yustisia”, kata Syahrul.
Sesuai ketentuan, terhadap ban impor yang akan masuk Indonesia wajib dilengkapi SPPT SNI (Surat Persetujuan Penggunaan Tanda) SNI atau sertifikat hasil uji atau certificate of conformity (sertifikat kesesuaian mutu), diberi tanda SNI secara embos atau stiker dan memperoleh SPB.
Sebagai komponen CBU ban impor wajib dilengkapi TPT oleh Ditjen IATT Deperin dan laporan hasil uji.
Sementara ban lokal yang di produksi di Indonesia wajib dilengkapi SPPT-SNI serta diberi tanda SNI dengan embos atau stiker. Hasil temuan Tim Pengawas Barang Beredar Deperdag yang mengadakan sidak hari ini di kawasan Otista Jarinegara pada toko ban Sinar Jaya Prima ditemukan dua buah ban mobil impor merek Toyo, di toko PD Anugerah delapan buah ban mobil impor merek Falken dan Michelin.
Pada toko Tri Jaya Ban ditemukan tiga buah ban mobil impor merek Michelin, Sime Tyres dan Federal dan toko Usaha Jaya satu buah ban mobil impor dan satu buah ban motor impor merek UD Rubber dan Duro.Sementara pada toko Blory Motor Sport ditemukan lima buah ban motor impor bermerek Exella.
Parameter pengawasan itu meliputi standar mutu, pencantuman label, pelayanan purna jual, cara menjual, klausula baku serta pengiklanan.
Pengawasan itu selain ditujukan untuk memberi perlindungan kepada konsumen terhadap ekses negatif dari pemanfaatan barang dan atau jasa yang beredar di pasar juga meningkatkan persaingan usaha yang sehat serta menciptakan penegakan hukum terkait perlindungan konsumen.
Syahrul mengatakan dari lima lokasi toko ditemukan beberapa merek ban yang diduga tidak mempunyai SNI, dan dari penemuan ini akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Minggu depan akan kita panggil semua toko dan kita akan klarifikasi sampai dengan distributor, importirnya dari situ kita akan lakukan test laboratorium”, kata Syahrul.
Minggu, 24 Februari 2008
Presiden Nyatakan Harga Pangan Naik Karena Pengaruh Asing
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kenaikan beberapa harga komoditas pangan seperti kedelai, terigu, minyak goreng, dan daging sapi belakangan ini lebih disebabkan oleh faktor dari luar Indonesia.
"Kepada rakyat saya minta pengertiannya, karena masih ada beberapa `statement` dari elit seolah-olah ini persoalan lokal, persoalan Indonesia, jelas ini ada mata rantai dari kenaikan komoditas pangan global," kata Presiden dalam jumpa pers usai memimpin rapat terbatas di Departemen Keuangan di Jakarta, Kamis.
Menurut Presiden, meski lebih banyak disebabkan karena faktor eksternal, pemerintah tetap akan bertanggungjawab untuk mencari solusi agar harga-harga komoditas pangan tersebut bisa kembali stabil dan rendah.
Dijelaskan Presiden, pemerintah beberapa waktu lalu telah mengelurkan kebijakan untuk menstabilkan harga pangan pokok, namun memang ada beberapa kebijakan yang belum bisa berjalan karena menunggu perubahan APBN.
"Sudah ada komponen untuk menurunkan harga kedelai dan minyak goreng, dengan demikian ada bantuan untuk meringankan rakyat kita," tambahnya.
Khusus mengenai kenaikan harga daging sapi, presiden menjelaskan hal itu terjadi karena adanya kenaikan biaya transportasi untuk impor daging dari Australia sehingga dibebankan pada harga jual ke masyarakat.
"Kita sedang rumuskan solusinya antara Depdag, dan importir. Tetapi yang jelas daging yang naik adalah daging impor, dan kenaikannya itu adalah dampak dari gejolak kenaikan harga pangan dunia," katanya.
Sementara mengenai APBN 2008 yang dipercepat perubahannya pada bulan ini dari biasanya setelah Juni, Presiden mengatakan perubahan itu bukan berarti APBN mengalami kegagalan karena masih bisa dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
"APBN tidak boleh dikatakan jebol. APBN kita masih ada dengan penyesuaian yang sekarang sedang kita kerjakan dengan DPR RI. Harapan kita tetap bisa memberikan pembiayaan kepada keperluan negara, pembangunan dan tugas-tugas rutin lainnya," katanya.
Menurut Presiden, meski ada perubahan dalam waktu yang cepat terutama karena adanya lonjakan harga minyak dunia, APBN harus tetap bisa menstimulasi pertumbuhan, membiayai tugas-tugas umum pemerintahan dan menyediakan alokasi dana untuk sosial safety nett.
Hadir dalam rapat itu Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Menko Polkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto dan lain-lain.
"Kepada rakyat saya minta pengertiannya, karena masih ada beberapa `statement` dari elit seolah-olah ini persoalan lokal, persoalan Indonesia, jelas ini ada mata rantai dari kenaikan komoditas pangan global," kata Presiden dalam jumpa pers usai memimpin rapat terbatas di Departemen Keuangan di Jakarta, Kamis.
Menurut Presiden, meski lebih banyak disebabkan karena faktor eksternal, pemerintah tetap akan bertanggungjawab untuk mencari solusi agar harga-harga komoditas pangan tersebut bisa kembali stabil dan rendah.
Dijelaskan Presiden, pemerintah beberapa waktu lalu telah mengelurkan kebijakan untuk menstabilkan harga pangan pokok, namun memang ada beberapa kebijakan yang belum bisa berjalan karena menunggu perubahan APBN.
"Sudah ada komponen untuk menurunkan harga kedelai dan minyak goreng, dengan demikian ada bantuan untuk meringankan rakyat kita," tambahnya.
Khusus mengenai kenaikan harga daging sapi, presiden menjelaskan hal itu terjadi karena adanya kenaikan biaya transportasi untuk impor daging dari Australia sehingga dibebankan pada harga jual ke masyarakat.
"Kita sedang rumuskan solusinya antara Depdag, dan importir. Tetapi yang jelas daging yang naik adalah daging impor, dan kenaikannya itu adalah dampak dari gejolak kenaikan harga pangan dunia," katanya.
Sementara mengenai APBN 2008 yang dipercepat perubahannya pada bulan ini dari biasanya setelah Juni, Presiden mengatakan perubahan itu bukan berarti APBN mengalami kegagalan karena masih bisa dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
"APBN tidak boleh dikatakan jebol. APBN kita masih ada dengan penyesuaian yang sekarang sedang kita kerjakan dengan DPR RI. Harapan kita tetap bisa memberikan pembiayaan kepada keperluan negara, pembangunan dan tugas-tugas rutin lainnya," katanya.
Menurut Presiden, meski ada perubahan dalam waktu yang cepat terutama karena adanya lonjakan harga minyak dunia, APBN harus tetap bisa menstimulasi pertumbuhan, membiayai tugas-tugas umum pemerintahan dan menyediakan alokasi dana untuk sosial safety nett.
Hadir dalam rapat itu Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Menko Polkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri PU Djoko Kirmanto dan lain-lain.
Produk Kerajinan Ramah Lingkungan Tren Ekspor 2008
Produk kerajinan yang ramah lingkungan menjadi tren ekspor 2008, kata Direktur Asosiasi Pengembangan Industri Kecil Republik Indonesia (APIKRI) Amir Fanjuri, di Yogyakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, produk kerajinan yang ramah lingkungan, misalnya yang berbahan baku kayu dari tanaman sengon dan sonokeling atau bambu, paling diminati konsumen luar negeri karena cepat tumbuh dan tidak merusak lingkungan alam.
Meski demikian, kata dia, jika produk semacam itu ingin bersaing di pasar internasional, harus memiliki sertifikat `ecolabeling` sehingga dapat dipercaya konsumen luar negeri.
"Kelemahan di Indonesia sertifikat yang dikeluarkan negara ini tidak berlaku di luar negeri," katanya.
Solusinya, produsen atau industri kerajinan perlu mengundang langsung pembeli luar negeri untuk melihat proses produksi sehingga mereka percaya bahwa proses pembuatannya tidak merusak lingkungan.
Ia menambahkan APIKRI kini memprogramkan gerakan penanaman kembali berbagai jenis tanaman untuk bahan baku, dan ini sudah diawali di Kabupaten Gunungkidul dengan menanam pohon mahoni, sonokeling dan sengon.
"Kami bekerja sama dengan perajin kayu setempat," kata dia.
Selain itu, APIKRI bersama perajin di Kabupaten Kulonprogo tahun ini akan menanam tanaman pandan di sembilan desa terutama di lahan pantai, pinggir sungai dan kawasan perbukitan.
"Selain berfungsi untuk memenuhi bahan baku perajin, tanaman pandan ini juga bertujuan mencegah erosi," katanya.
Tanaman pandan banyak digunakan perajin kecil untuk membuat berbagai produk seperti kap lampu, tikar, hiasan dinding, taplak meja ukuran kecil dan keranjang.
Ia mengatakan, produk kerajinan yang ramah lingkungan, misalnya yang berbahan baku kayu dari tanaman sengon dan sonokeling atau bambu, paling diminati konsumen luar negeri karena cepat tumbuh dan tidak merusak lingkungan alam.
Meski demikian, kata dia, jika produk semacam itu ingin bersaing di pasar internasional, harus memiliki sertifikat `ecolabeling` sehingga dapat dipercaya konsumen luar negeri.
"Kelemahan di Indonesia sertifikat yang dikeluarkan negara ini tidak berlaku di luar negeri," katanya.
Solusinya, produsen atau industri kerajinan perlu mengundang langsung pembeli luar negeri untuk melihat proses produksi sehingga mereka percaya bahwa proses pembuatannya tidak merusak lingkungan.
Ia menambahkan APIKRI kini memprogramkan gerakan penanaman kembali berbagai jenis tanaman untuk bahan baku, dan ini sudah diawali di Kabupaten Gunungkidul dengan menanam pohon mahoni, sonokeling dan sengon.
"Kami bekerja sama dengan perajin kayu setempat," kata dia.
Selain itu, APIKRI bersama perajin di Kabupaten Kulonprogo tahun ini akan menanam tanaman pandan di sembilan desa terutama di lahan pantai, pinggir sungai dan kawasan perbukitan.
"Selain berfungsi untuk memenuhi bahan baku perajin, tanaman pandan ini juga bertujuan mencegah erosi," katanya.
Tanaman pandan banyak digunakan perajin kecil untuk membuat berbagai produk seperti kap lampu, tikar, hiasan dinding, taplak meja ukuran kecil dan keranjang.
Rabu, 20 Februari 2008
Pasar Mebel Lokal Lebih Menjanjikan
Pasar mebel dalam negeri masih lebih menarik dibanding Singapura. Buktinya, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) enggan mengikuti pameran di Singapura. Mereka bahkan mengalihkan ajang pameran akbar itu di Jakarta pada 7-11 Maret 2008.
Keputusan menarik diri dari gelaran promo bertaraf internasional itu diambil karena pengusaha menghadapi realita bahwa 80% pembeli mancanegara justru mengaku berhasrat membeli produk furnitur Indonesia. Padahal, Indonesia mesti kehilangan potensi penghasilan setidaknya US$ 200 juta dari setiap ajang pameran furnitur yang diikuti di Singapura.
"Jadi untuk apa kita menggelar pameran di sana? Lebih baik di sini saja, sehingga menguntungkan Indonesia," kata Ketua Asmindo Ambar Tjahyono usai diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (19/2). Turut mendampingi Ketua Asmindo adalah Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Pertemuan itu terkait rencana Asmindo mengadakan International Furniture and Handycraft Expo Indonesia (Iffina), Maret 2008 mendatang.
"Delapan tahun berturut-turut kita mengikuti pameran di Singapura, tetapi tahun ini tidak lagi. Kita ingin memaksimalkan keuntungan buat negeri kita sendiri," imbuhnya.
Ambar menargetkan anggota Asmindo mampu meraup setidaknya US$ 100 juta dalam ajang pameran yang digelar selama lima hari tersebut. Dia yakin target tersebut bisa terpenuhi karena 350 perusahaan pembeli dari berbagai negara sudah menyatakan komitmen untuk melakukan transaksi pembelian. Pameran furnitur berskala internasional itu dinilai makin menggairahkan industri permebelan dan kerajinan nusantara. Dia merujuk ekspor furnitur dan kerajinan asal Indonesia mampu mencetak US$ 2,7 miliar dengan menyerap sembilan juta tenaga kerja. "Kita harapkan angka ekspor produk mebel dan kerajinan tangan bisa naik 10%," tambah Ambar.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan, untuk mendukung industri mebel dan kerajinan akan dibangun Terminal Kayu di Kendal Jawa Tengah tahun ini. Terminal ini diharapkan membuat kayu-kayu legal tidak mengalami masalah saat pelayaran, sehingga pasokan kebutuhan kayu sebesar 7 juta meter kubik untuk industri mebel dan kerajinan terpenuhi setiap tahun.
Terminal kayu yang bakal dikembangkan akan berfungsi mencegah pembalakan liar. Sejak pemberantasan kayu ilegal marak, aliran kayu menjadi jauh menyusut. Akibatnya banyak perusahaan mebel yang terpaksa 'gulung tikar' akibat tidak mendapatkan pasokan bahan baku.
Sementara itu, untuk mengantisipasi tindakan penyelundupan kayu, maka kapal kargo pengangkut material kayu akan dilengkapi chip guna mengawasi setiap pergerakannya.
Wapres Jusuf Kalla mengingatkan agar ekspor kayu tidak berupa kayu gelondongan. Pengusaha harus melakukan diversifikasi produk kayu sehingga berupa bahan jadi baru kemudian diekspor.
Keputusan menarik diri dari gelaran promo bertaraf internasional itu diambil karena pengusaha menghadapi realita bahwa 80% pembeli mancanegara justru mengaku berhasrat membeli produk furnitur Indonesia. Padahal, Indonesia mesti kehilangan potensi penghasilan setidaknya US$ 200 juta dari setiap ajang pameran furnitur yang diikuti di Singapura.
"Jadi untuk apa kita menggelar pameran di sana? Lebih baik di sini saja, sehingga menguntungkan Indonesia," kata Ketua Asmindo Ambar Tjahyono usai diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (19/2). Turut mendampingi Ketua Asmindo adalah Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Pertemuan itu terkait rencana Asmindo mengadakan International Furniture and Handycraft Expo Indonesia (Iffina), Maret 2008 mendatang.
"Delapan tahun berturut-turut kita mengikuti pameran di Singapura, tetapi tahun ini tidak lagi. Kita ingin memaksimalkan keuntungan buat negeri kita sendiri," imbuhnya.
Ambar menargetkan anggota Asmindo mampu meraup setidaknya US$ 100 juta dalam ajang pameran yang digelar selama lima hari tersebut. Dia yakin target tersebut bisa terpenuhi karena 350 perusahaan pembeli dari berbagai negara sudah menyatakan komitmen untuk melakukan transaksi pembelian. Pameran furnitur berskala internasional itu dinilai makin menggairahkan industri permebelan dan kerajinan nusantara. Dia merujuk ekspor furnitur dan kerajinan asal Indonesia mampu mencetak US$ 2,7 miliar dengan menyerap sembilan juta tenaga kerja. "Kita harapkan angka ekspor produk mebel dan kerajinan tangan bisa naik 10%," tambah Ambar.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan, untuk mendukung industri mebel dan kerajinan akan dibangun Terminal Kayu di Kendal Jawa Tengah tahun ini. Terminal ini diharapkan membuat kayu-kayu legal tidak mengalami masalah saat pelayaran, sehingga pasokan kebutuhan kayu sebesar 7 juta meter kubik untuk industri mebel dan kerajinan terpenuhi setiap tahun.
Terminal kayu yang bakal dikembangkan akan berfungsi mencegah pembalakan liar. Sejak pemberantasan kayu ilegal marak, aliran kayu menjadi jauh menyusut. Akibatnya banyak perusahaan mebel yang terpaksa 'gulung tikar' akibat tidak mendapatkan pasokan bahan baku.
Sementara itu, untuk mengantisipasi tindakan penyelundupan kayu, maka kapal kargo pengangkut material kayu akan dilengkapi chip guna mengawasi setiap pergerakannya.
Wapres Jusuf Kalla mengingatkan agar ekspor kayu tidak berupa kayu gelondongan. Pengusaha harus melakukan diversifikasi produk kayu sehingga berupa bahan jadi baru kemudian diekspor.
Tersedia 200.000 Rumah Pekerja 2008
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno menargetkan pemenuhan 200.000 rumah untuk pekerja/buruh sepanjang 2008.
"Tahun lalu terealisasikan 35.000 rumah untuk pekerja, tahun 2008 ini ditargetkan mencapai 200 ribu," kata Erman Suparno di sela-sela Penandantanganan Kesepakatan Bersama (PKB) Manajemen dan Serikat Pekerja PT Angkasa Pura II di Bandung, Rabu (20/2).
Menurut Erman, program perumahan untuk pekerja atau buruh itu telah menjadi agenda departemennya dalam program Percepatan Pembangunan Perumahan Pekerja untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (P5KP). Program itu, kata Erman, berkaitan dengan program pemerintah dalam pembangunan 2 juta rumah bagi masyarakat.
Pemerintah memberikan subsidi uang muka yang berkisar Rp7,5 juta hingga Rp20 juta. Kementerian Nakertrans sendiri mengucurkan subsidi untuk uang muka rumah bagi pekerja sebesar Rp1,5 juta, namun jumlahnya masih terbatas. "Program itu memungkinan mendapatkan uang muka hingga Rp20 juta dengan cara dicicil dengan bunga tiga persen. Cicilannya dibayar melalui fasilitas KPR," kata Erman.
Ia menyebutkan, pemenuhan fasilitas perumahan untuk pekerja itu menjadi fokus garapan karena masih tingginya angka pekerja/buruh yang belum memiliki tempat tinggal sendiri.
"Pemenuhan rumah tinggal bagi karyawan sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas waktu dan meminimalisasi biaya pengeluaran pekerja," kata Erman Suparno.
"Tahun lalu terealisasikan 35.000 rumah untuk pekerja, tahun 2008 ini ditargetkan mencapai 200 ribu," kata Erman Suparno di sela-sela Penandantanganan Kesepakatan Bersama (PKB) Manajemen dan Serikat Pekerja PT Angkasa Pura II di Bandung, Rabu (20/2).
Menurut Erman, program perumahan untuk pekerja atau buruh itu telah menjadi agenda departemennya dalam program Percepatan Pembangunan Perumahan Pekerja untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja (P5KP). Program itu, kata Erman, berkaitan dengan program pemerintah dalam pembangunan 2 juta rumah bagi masyarakat.
Pemerintah memberikan subsidi uang muka yang berkisar Rp7,5 juta hingga Rp20 juta. Kementerian Nakertrans sendiri mengucurkan subsidi untuk uang muka rumah bagi pekerja sebesar Rp1,5 juta, namun jumlahnya masih terbatas. "Program itu memungkinan mendapatkan uang muka hingga Rp20 juta dengan cara dicicil dengan bunga tiga persen. Cicilannya dibayar melalui fasilitas KPR," kata Erman.
Ia menyebutkan, pemenuhan fasilitas perumahan untuk pekerja itu menjadi fokus garapan karena masih tingginya angka pekerja/buruh yang belum memiliki tempat tinggal sendiri.
"Pemenuhan rumah tinggal bagi karyawan sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas waktu dan meminimalisasi biaya pengeluaran pekerja," kata Erman Suparno.
Langganan:
Postingan (Atom)